Minggu, 26 Februari 2017

Apakah hewan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi ?



Pertanyaan : Apakah sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa ? Berikan penjelasan.

Jawaban :
Menurut pendapat saya, hewan tidak menggunakan bahasa untuk berkomunikasi.  Namun hewan punya cara lain untuk menyampaikan pesan ke sesama hewan, yaitu menggunakan bahasa tubuh ataupun menggunakan suara. Misalnya, bahasa tubuh yang kebanyakan ditemukan pada anjing yaitu ekspresi wajah pada anjing saat dia marah, anjing akan menyeringai dan menegakkan telinganya. Atau pada burung ketika induk burung membawa makanan untuk anak – anaknya, “ekspresi meminta” terlihat di wajah anak – anak burung ditandai dengan mulut yang terbuka siap menerima makanan. Komunikasi yang menggunakan suara sebagai contoh adalah burung yang berkomunikasi melalui kicauan. Mamalia umumnya juga menggunakan suara untuk memanggil anggota lain dari kelompoknya. Kelelawar juga menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.

Fungsi dan Ragam Bahasa (Kelompok 2)

“FUNGSI DAN RAGAM BAHASA”

A. Definisi Bahasa
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa diartikan sebagai sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenang – wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
B. Fungsi Bahasa
1.    Fungsi bahasa secara umum :
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
a)    Untuk tujuan praktis, yaitu sebagai alat perhubungan dalam pergaulan sehari – hari.
b)   Untuk tujuan estetika, yaitu sebagai alat pemuasan rasa estetika.
c)    Untuk tujuan kecendekiaan, yaitu sebagai alat pengajaran dan pemelajaran ilmu pengetahuan.
d)   Untuk tujuan filologi, yaitu sebagai alat mengkaji naskah kuno, latar sejarah bahasa dan bangsa, budaya dan pengembangan bahasa.
2.    Fungsi Bahasa Indonesia secara khusus :
a)    Sebagai bahasa kebangsaan (nasional), sesuatu bahasa itu berfungsi sebagai :
·      Lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai sosial budaya masyarakatnya.
·      Lambang jati diri nasional yang mengekang kemasukan unsur asing kecuali yang dianggap perlu berasaskan tatacara tertentu.
·      Alat pemersatu masyarakat yang berbeda latar budaya dengan berbagai kepentingan.
·      Alat perhubungan antara daerah dan antara budaya yang saling merentasi.
b)   Sebagai Bahasa Negara
Bahasa negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi negara, baik secara lisan maupun tulisan. Dalam aktifitas kenegaraan, bahasa negara mempunyai empat fungsi :
·      Bahasa resmi kenegaraan.
·      Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas.
·      Bahasa resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia.
·      Bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
3.    Fungsi bahasa dalam masyarakat :
·      Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
·      Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
·      Alat mengidentifikasi diri.
C. Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda – beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
1.  Macam – macam ragam bahasa :
a.    Ragam baku (bahasa yang baik).
b.    Ragam cakapan (ragam akrab).
c.    Ragam hormat (apabila lawan bicara orang yang dihormati).
d.   Ragam kasar (tidak resmi).
e.    Ragam lisan (melalui media lisan).
f.     Ragam resmi (suasana resmi).
g.    Ragam tulis (melalui media tulis).
h.    Ragam bahasa pada bidang tertentu (bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb).
i.      Ragam bahasa perorangan (idiolek).
j.      Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek (dialek bahasa daerah).
k.    Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial (ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang jalanan).
Macam – macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :
Berdasarkan pokok pembicaraan :
1.  Ragam bahasa undang – undang.
2.  Ragam bahasa jurnalistik (wartawan).
3.  Ragam bahasa ilmiah (logis, cermat, lugas).
4.  Ragam bahasa sastra.
Berdasarkan media pembicaraan :
·      Ragam lisan yang antara lain meliputi :
1.  Ragam bahasa cakapan (tidak resmi).
2.  Ragam bahasa pidato.
3.  Ragam bahasa kuliah (yang digunakan antara dosen dengan mahasiswa).
4.  Ragam bahasa panggung (yang digunakan dalam pementasan).
Ciri – ciri ragam bahasa lisan :
1.  Adanya lawan bicara.
2.  Terikat ruang dan waktu.
3.  Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh.
4.  Unsur – unsur dramatika biasa nya dinyatakan, dihilangkan, atau tidak lengkap.
·      Ragam tulis yang antara lain meliputi :
1.  Ragam bahasa teknis.
2.  Ragam bahasa undang – undang.
3.  Ragam bahasa catatan.
4.  Ragam bahasa surat.
Ciri – ciri ragam bahasa tulis :
1.  Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca.
2.  Diperlukan ejaan atau tanda baca kalimat ditulis secara lengkaap.
3.  Komunikasi resmi.
4.  Wacana teknis.
5.  Pembicaraan didepan khalayak ramai.
6.  Pembicaraan dengan orang yang dihormati.
Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara :
1.  Ragam bahasa resmi.
2.  Ragam bahasa akrab.
3.  Ragam bahasa agak resmi.
4.  Ragam bahasa santai, dan sebagainya.

Sabtu, 25 Februari 2017

Hakekat Bahasa (Kelompok 1)



“HAKEKAT BAHASA”

A. Definisi Bahasa
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Definisi lain dari bahasa yaitu suatu sistem yang teratur berupa lambang – lambang bunyi yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan pikiran bahasa tersebut.
B. Hakekat Bahasa
Didalam linguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan – rumusan itu dapat dijadikan poin – poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakekat bahasa. Ciri – ciri hakikat bahasa antara lain :
1.    Bahasa itu adalah Sebuah Sistem
Bahasa terdiri dari unsur – unsur yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk satu kesatuan. Sebagai suatu sistem, bahasa itu bersifat sistematis (bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak) dan sistemis (bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri sub – sub sistem atau sistem bawahan).
2.    Bahasa itu Berwujud Lambang
Lambang (dalam bidang kajian ilmu semiotik), yaitu ilmu yang mempelajari tanda – tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam semiotik dibedakan adanya beberapa tanda yaitu : tanda (sign), lambang (simbol), gejala (sympton), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon. Lambang bersifat arbitrer, artinya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.
3.    Bahasa itu Berupa Bunyi
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4.    Bahasa itu Bersifat Arbitrer
Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang terwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.
5.    Bahasa itu Bermakna
Bahasa itu mempunyai makna. Karena bahasa itu bermakna, maka segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
6.    Bahasa itu Bersifat Konvensional
Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.
7.    Bahasa itu Bersifat Unik
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, dan sistem lainnya.
8.    Bahasa itu Bersifat Universal
Artinya, ada ciri – ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada didunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.
9.    Bahasa itu Bersifat Produktif
Bahasa bersifat produktif, artinya meskipun unsur – unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur – unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan – satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
10.     Bahasa itu Bervariasi
Karena perbedaan status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama, maka bahasa yang digunakan menjadi variasi. Ada tiga istilah dalam variasi bahasa, yakni :
·      Idiolek : ragam bahasa yang bersifat perorangan.
·      Dialeg : variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
·      Ragam : variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya ragam baku dan ragam tidak baku.
11.     Bahasa itu Bersifat Dinamis
Karena keterkaitan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya dalam masyarakat kegiatan manusia itu selalu berubah maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis. Perubahan itu dapat berupa pemunculan kata atau istilah baru peralihan makna sebuah kata, dan perubahan – perubahan lainnya.
12.     Bahasa itu Manusiawi
Alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat produktif dan dinamis, maka bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

Hubungan Antara Teori Sastra, Kritik Sastra, dan Sejarah Sastra

HUBUNGAN ANTARA TEORI SASTRA, KRITIK SASTRA, DAN SEJARAH SASTRA 1.     Teori sastra, adalah salah satu cabang ilmu sastra yang memp...