“BAHASA BAKU DAN
NON BAKU”
A. Pengertian Bahasa Baku
Bahasa
baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan sebagai pokok acuan, yang
dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar, digunakan secara efektif,
baik, dan benar. Efektif karena memuat gagasan – gagasan yang mudah diterima
dan diungkapkan kembali karena sesuai kebutuhan, ruang dan waktu dan karena
sesuai kaidah kebahasaan, secara tertulis maupun terucap.
1.
Pengertian
Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia
baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk bahasanya telah
dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh
masyarakat Indonesia secara luas.
2.
Fungsi Bahasa
Baku
Bahasa Indonesia
baku mempunyai empat fungsi, yaitu pemersatu, penanda kepribadian, penambah
wibawa, dan kerangka acuan.
3.
Ciri – ciri
bahasa baku
Ciri – ciri
bahasa Indonesia Baku sebagai berikut :
a)
Pelafalan
sebagai bagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang relatif
bebas dari atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek. Contohnya :
·
Kata “Indonesia”
diucapkan “Indonesya”, bukan “Indonesia”.
·
Kata “terampil”
diucapkan “trampil”, bukan “terampil”.
·
Kata “belajar”
diucapkan “blajar”, bukan “belajar.
·
Kata “pelosok”
diucapkan “plosok”, bukan “pelosok”.
·
Kata “setiap”
diucapkan “stiap”, bukan “setiap”.
b)
Bentuk kata yang
berawalan me- dan ber- dan lain – lain sebagai bagian
morfologi bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap
didalam kata. Contohnya :
·
Anak itu sudah
pintar berjalan.
·
Saya sudah menyerah.
·
Dia sangat
pintar bernyanyi.
·
Saya senang melakukan aktivitas olahraga.
·
Berani kotor
itu baik.
c)
Konjungsi
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap
didalam kalimat. Contohnya :
·
Nana ingin
membeli ponsel, sedangkan Christie ingin
membeli komputer.
·
Ia masih belum
lancar berhitung, padahal ia sudah
kelas empat SD.
·
Saya ingin
kuliah, tetapi saya tidak punya uang.
·
Andra bingung
mau memilih jurusan manajemen atau ekonomi
pembangunan.
·
Sari tidak hadir
disekolah, karena sedang sakit.
d)
Partikel –kah, -lah dan –pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara
lengkap dan tetap didalam kalimat. Contohnya :
·
Walaupun
ia sakit, ia tetap ceria.
·
Tuntutlah ilmu
sampai ke negeri Cina.
·
Bagaimanakah cara
mudah membuat cup cake?
·
Meskipun hidup
sederhana, tetapi Cahya tetap semangat.
·
Bacalah buku
sebanyak – banyaknya.
e)
Preposisi atau
kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan secara
jelas dan tetap dalam kalimat. Contohnya :
·
Buku itu
diberikan kepada ibu.
·
Saya bertemu dengan ayah saya kemarin.
·
Nina lebih gemar
membaca daripada kakaknya.
·
Anak itu datang dari Jakarta.
·
Buku Bulan
dipinjam oleh Bintang.
f)
Bentuk kata
ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis
secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam kalimat.
Contohnya :
·
Rumah – rumah itu
terlihat indah.
·
Pencuri – pencuri itu
sudah tertangkap polisi.
·
Anak – anak sudah
berangkat ke sekolah.
·
Pohon – pohon itu
sudah ditebang.
·
Semua negara – negara harus saling menghormati
satu sama lain.
g)
Kata ganti atau
polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi
bahasa Indonsia baku ditulis secara lengkap dan tetap didalam kalimat.
Contoh :
·
Aku – engkau adalah
cahaya paling terang yang menerangi gelapnya malam.
·
Saya – anda berada
dirumah saat musibah itu terjadi.
·
Beliau – anda adalah
penyemangat ketika rasa penat menyelimuti hati dan pikiranku.
·
Saya – engkau menjadi
peserta olimpiade fisika se-kabupaten.
·
Aku – anda merupakan
anak bungsu dari empat bersaudara.
h)
Pola kelompok
kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia
baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap didalam kalimat. Contohnya ;
·
Sampah itu sudah saya buang.
·
Surat kemarin sudah dia terima.
·
Tugas itu sedang dia kerjakan.
·
Kiriman bunga mu
telah aku terima.
·
Makanannya sudah saya pesankan.
i)
Konstruksi atau
bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap didalam kalimat. Contoh :
·
Wanginya
·
Harganya
·
Rumahnya
·
Diselidiki
·
Temannya
j) Fungsi
gramatikal (subyek, predikat, obyek) sebagai bagian kalimat bahasa
Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam
kalimat. Contohnya :
· Tugas itu
harap dilaksanakan dengan baik.
· Dosen itu
memberi saya tugas.
· Kakak
membelikan adik boneka.
· Kita akan
bertemu dan membicarakan tentang permasalahan itu.
· Ibu
berdagang sepatu.
k) Struktur
kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas
dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
Contohnya :
· Setelah
membersihkan pekarangan rumah, kemudian dia membakar sampah.
· Budi anak
yang pintar, bahkan gurunya pun mengakuinya.
· Pemburu
membakar hutan kemarin malam.
· Paman yang
tinggal di Jakarta akan datang.
· Pekerjaan
itu telah selesai ketika ayahku datang dan ibu sudah menyiapkan makanan.
l) Kosakata
sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan
secara jelas dan tetap dalam kalimat. Contohnya :
· Terkenal
· Bekerja
· Melihat
· Berlari
· Tetapi
m) Ejaan resmi
sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik
kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan. Contohnya :
· TV [ t i v
i]
· C (c e)
· F (e f)
· G (g e)
· J (j e)
n) Peristilahan
baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman
Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64). Contohnya
:
· Daerah
· Wilayah
· Erosi
· Hama
· Tumbuhan
B. Pengertian Bahasa Tidak Baku
Bahasa
tidak baku adalah ragam yang berbeda dengan kode bahasa baku dan dipergunakan
di lingkungan tidak resmi. Bahasa tidak baku sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari seperti keluarga, teman, dan lain-lain.
CONTOH KATA
BAKU DAN TIDAK BAKU
No.
|
Kata Baku
|
Kata Tidak
Baku
|
1.
|
Aktif
|
Aktip
|
Dia sudah
aktif mengikuti kegiatan itu mulai dari tahun lalu.
|
||
2.
|
Apotek
|
Apotik
|
Indra
membeli obat di apotek.
|
||
3.
|
Cabai
|
Cabe
|
Cabai
rawit ini sangat pedas.
|
||
4.
|
Februari
|
Pebruari
|
Febri lahir
pada bulan februari.
|
||
5.
|
Gizi
|
Gisi
|
Anak itu
kekurangan gizi.
|
||
6.
|
Film
|
Filem
|
Diana
sangat suka menonton film Korea.
|
||
7.
|
Hafal
|
Hapal
|
Saya sudah
menghafal Pancasila.
|
||
8.
|
Ijazah
|
Ijasah
|
Orang tua
saya sangat senang melihat nilai di ijazah saya.
|
||
9.
|
Indera
|
Indra
|
Indera
penglihatan saya mulai terganggu.
|
||
10.
|
Ikhlas
|
Ihlas
|
Ani dengan
ikhlas membantu anak panti asuhan.
|
||
11.
|
Izin
|
Ijin
|
Riska
perlu meminta izin pada orang tuanya terlebih dahulu.
|
||
12.
|
Jadwal
|
Jadual
|
Jadwal
mata kuliah saya hari dari pagi hingga sore.
|
||
13.
|
Jenazah
|
Jenasah
|
Jenazah
nya sudah disemayamkan pada hari ini.
|
||
14.
|
Rezeki
|
Rejeki
|
Rezeki dan
jodoh ada di tangan Tuhan.
|
||
15.
|
Praktik
|
Praktek
|
Praktik
hari ini berjalan dengan sangat lancar.
|
||
16.
|
Sekretaris
|
Sekertaris
|
Sekretaris
itu merupakan tangan kanan pimpinan nya.
|
||
17.
|
November
|
Nopember
|
Ujian nya
akan dilaksanakan pada bulan november.
|
||
18.
|
Objek
|
Obyek
|
Objek
wisata itu sangat indah.
|
||
19.
|
Zaman
|
Jaman
|
Teknologi
pada zaman ini sudah semakin berkembang.
|
||
20.
|
Teknik
|
Tehnik
|
Teknik
yang digunakan sangat mudah.
|
||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar