Teori Para Ahli
tentang Hakekat Bahasa
1.
Hakekat bahasa
menurut Harimurti Kridalaksana dalam Kamus Linguistik edisi Ketiga adalah :
sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang dipergunakan oleh para anggota suatu
masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.
2.
Menurut H.
Douglas Brown dalam bukunya Henry Guntur Taringan “Pengajaran Pragmatik”
menyebutkan hakikat bahasa adalah suatu sistem yang sistematis, juga untuk
sistem generative, seperangkat lambang – lambang atau simbol – simbol arbitrer.
3.
Abdul Chaer dan
Leonie Agustina menyebutkan hakikat bahasa dalam buku “Pragmatik : Perkenalan
Awal” yaitu sebuah sistem, artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen
yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
4.
A. S. Hornby
(1996) dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, menyatakan bahasa adalah
sistem bunyi dan kata yang digunakan manusia untuk mengekspresikan pikiran dan
perasaannya.
5.
Hakikat bahasa
adalah yang membahas dan mengulas bahasa secara mendetail baik menurut pakar –
pakar bahasa maupun menurut masyarakat bahasa (Abdul Chaer 2007:33).
Beberapa
pendapat para ahli mengenai bahasa
1.
Menurut Keraf
dalam Smarapradhipa (2005:1), bahasa memiliki dua pengertian yakni, pertama
menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa
simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah
sistem komunikasi yang mempergunakan simbol – simbol vokal (bunyi ujaran) yang
bersifat arbitrer.
2.
Menurut Owen
dalam Stiawan (2006:1), definisi bahasa yaitu bahasa dapat didefinisikan
sebagai kode yang diterima secara sosial atau sistem konvensional untuk
menyampaikan konsep melalui kegunaan simbol – simbol yang dikehendaki dan
kombinasi simbol – simbol yang diatur oleh ketentuan.
3.
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa merupakan sistem bunyi yang arbitrer,
yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi, bekerja
sama, dan mengidentifikasi diri.
4.
Menurut Bill
Adams, bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi seseorang atau individu
dalam sebuah konteks inter-subjektif.
5.
Menurut
Wittgenstein, bahasa merupakan suatu bentuk pemikiran yang bisa dipahami,
dimengerti, berhubungan dengan kenyataan, dan memiliki struktur dan bentuk yang
logis.
6.
Menurut Carol,
bahasa ialah sistem bunyi atau urutan bunyi vokal terstruktur yang dipergunakan
untuk berkomunikasi internasional oleh kelompok manusia dalam mengungkapkan
suatu peristiwa, hal dan proses yang terjadi disekitar manusia.
7.
Pengertian
bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009:126) bahasa merupakan
struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan
suatu tujuan.
8.
Menurut Santoso
(1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia
secara sadar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar